Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Hilangkan Stress Terapi Kopi

Written By Unknown on Minggu, 08 April 2012 | 23.15

Hilangkan Stress Terapi Kopi Menghirup uap kopi panas di pagi hari mungkin dapat membantu mengurangi stres. Demikian indikasi yang dilaporkan tim peneliti Universitas Nasiona Korea Selatan, baru-baru ini.

Dalam penelitian yang dipimpin Han Seok-Seo tersebut, dilakukan percobaan menggunakan tikus yang mengalami stres karena kurang tidur. Sebagian tikus diberi aroma kopi panggang, sebagian yang lain tidak.

Hasil studi gen mendetail menunjukkan aktivitas gen tersebut dapat membantu mengurangi stres karena kekurangan tidur pada tikus.

Mereka menambahkan, "hasilnya secara tidak langsung menjelaskan mengapa banyak orang mengonsumsi kopi untuk tetap bisa terjaga saat malam, meskipun komponen pada biji kopi mudah menguap tidak selalu konsisten dengan bahan yang hanya menggunakan ekstrak kopi. Dengan kata lain, stres yang ditimbulkan karena kurang tidur melalui kafein mungkin dapat berkurang selama menghirup aroma kopi."

Komponen aromatik yang menyebabkan hadirnya aroma kopi mungkin antioksidan, "Tetapi antioksidan disini tidak sama dengan antioksidan yang ada pada minuman." kata Joe A. Vinson, profesor ilmu kimia di universitas Scranton di Pennsilvania.

Menanggapi hasil penelitian yang akan dipublikasikan 25 Juni mendatang di Journal of Agricultural adn Food Chemistry, pimpinan Institute of Coffee Studies di universitas Vanderbilt Inggris, dr Peter R martin mengungkapkan penelitian tersebut masih belum memberikan kesimpulan yang jelas Hilangkan Stress Terapi Kopi
23.15 | 0 komentar | Read More

Manfaat dari Secangkir Kopi

Manfaat dari Secangkir Kopi Kopi merupakan minuman harian bagi jutaan orang orang. Setiap hari orang menikmati kopi, baik pagi, siang, sore maupun malam hari seluruh warga dunia menikmati kopi,  entah buatan sendiri atau menikmatinya di kafe.

Namun beberapa tahun ini kopi mendapat pemberitaan jelek karena dianggap berpengaruh buruk terhadap kesehatan.

Di Inggris ada laporan tentang dokter yang menasehati Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, agar mengurangi minum kopi. Namun tampaknya pandangan mengenai kopi ini terbalik .

"Jangan hirauan cerita-cerita buruk itu," kata seorang pakar gizi, Dr. Chiara Trombetti dari Lembaga Humanitas Gavazzeni, di Milan.

Menurutnya, ada alasan untuk menikmati esspreso di pagi hari tanpa perlu khawatir dampaknya bagi kesehatan. "Kopi bisa baik bagi Anda", katanya dan semakin keras kopinya maka semakin baik pula. Itulah sebabnya ia merekomendasikan espresso dan bukannya kopi instan.

Manfaat kopi

Dr. Trombetti juga mengatakan ia sendiri membeci kopi, namun ia menunjukkan banyak-bukti ilmiah terhadap manfaat kopi.

Kopi mengandung tannin dan antioxidant, yang terbukti baik bagi jantung dan pembuluh nadi. Kopi juga bisa menghilangkan pusing kepala dan bagus untuk jantung serta bisa mencegah gangguan liver dan batu empedu.

Selain itu caffeine dalam kopi bisa mengurangi serangan asma dan membantu memperbaiki sirkulasi dalam jantung.

Namun, jika dikonsumsi dengan berlebihan bisa menambah kegugupan dan menyebabkan detak jantung lebih cepat serta tangan gemetar.

Untuk para wanita hamil, pasien jantung, dan orang yang menderita maag biasanya dinasehatkan untuk tidak minum kopi.

Dr. Trombetti juga mengingatkan supaya orang tidak minum kopi lebih dari tiga atau empat cangkir sehari.

Nasehat lainnya adalah secangkir kopi dengan susu mungkin merupakan awal yang baik bagi para pencita kopi masa depan, yaitu anak-anak sekolah karena merangsang kerja otak.

Nasehat ini mungkin sangat bermanfaat bagi anak-anak Italia yang sering mengantuk di sekolah karena pelajaran berlangsung dari mulai jam 08.30 pagi sampai 16.30.Manfaat dari Secangkir Kopi
23.14 | 0 komentar | Read More

Kopi seputar mitos yang berkembang

Kopi seputar mitos yang berkembang Siapa yang tak kenal kopi?, minuman beraroma khas ini dikonsumsi banyak kalangan, dari masyarakat pedalaman hingga para eksekutif kelas atas. Kopi juga dipercaya sebagai penghilang rasa kantuk dan mampu memperbaiki daya ingat. Benarkah ?, berikut ini beberapa mitos yang berkembang di masyarakat.

Kopi lebih baik disajikan dalam keadaan panas

Kopi sebaiknya jangan langsung disiram dengan air mendidih. Jika air terlalu panas, bubuk kopi justru akan hangus, dan akhirnya akan mempengaruhi rasa dan aroma. Untuk mendapatkan minuman kopi yang enak, diperlukan suhu air sekitar 90 derajat celsius. Caranya, masaklah air hingga benar-benar matang. Lalu diamkan sejenak selama tiga puluh detik, baru kemudian dituangkan ke dalam gelas berisi kopi. Agar suhu minuman tetap hangat, disarankan untuk menyajikan dalam cangkir porselen yang cukup tebal.

Kopi lebih enak disajikan dingin

Belakangan ini sajian kopi dingin (Iced coffee atau freeze blend coffee) mulai banyak disukai. Tapi berhati-hatilah, sebab menurut penelitian medis, mengkonsumsi minuman kopi dengan suhu di bawah dua puluh derajat justru dapat meningkatkan gas dalam perut. Tidak mengherankan, jika kopi sangat tidak dianjurkan bagi para penderita gangguan lambung.

Kopi yang dikeluarkan dari kotoran luwak, memiliki rasa jauh lebih enak

Di kalangan masyarakat beredar kepercayaan, kopi luwak merupakan kopi terbaik. Luwak adalah jenis binatang yang sangat menyukai kopi.

Masyarakat memercayai biji kopi yang ada di kotoran luwak mempunyai kualitas nomor satu. Pendapat itu ternyata sangat salah kaprah. Biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak justru sangat berbahaya karena sudah bercampur dengan bakteri.

Namun, jika Anda menemukan kotoran luwak yang dipenuhi biji kopi, maka bisa dijadikan tanda bahwa tanaman kopi di kawasan tersebut mempunyai kualitas yang baik. Tanda kualitas kopi yang dibawa oleh binatang, ternyata juga dipercayai di Jepang.

Mereka percaya, burung pemakan biji kopi dapat membantu memilih pohon kopi dengan kualitas prima.

Kopi dapat mencegah serangan step

Menurut Dr Victor Tambunan, bisa jadi anggapan itu benar. Menurutnya, unsur kafein dalam kopi mengandung efek relaksasi, sehingga bisa digunakan untuk melemaskan otot-otot yang kejang. Meski demikian, Victor menyanggah anggapan dengan mengkonsumsi kopi secara teratur dapat meningkatkan kemampuan berpikir seseorang. ''Itu tidak benar. Terlalu banyak minum kopi justru bisa menekan daya ingat seseorang, karena bisa membuat orang tetap terjaga sehingga otak akan terasa sangat lelah,'' ujarnya.

Kopi bisa mengurangi rasa kantuk

Pendapat ini tidak seluruhnya benar. Jika otak benar-benar sudah terkuras dan kemudian dipaksakan dengan minum kopi, tetap tidak akan banyak membantu. Namun dalam kondisi normal, efek kopi untuk menahan kantuk bisa saja terjadi. Namun menurutnya, efeknya tidak akan terlalu lama, hanya sekira dua sampai dengan tiga jam saja.

Menghilangkan bau

Anggapan tersebut ternyata mengandung kebenaran. Selain dikonsumsi, kopi bisa membantu menghilangkan berbagai bau tak sedap. Bubuk kopi bisa dimanfaatkan untuk mengurangi bau amis ikan.

Caranya, dengan menaburkan bubuk kopi di sekeliling wadah penyimpanan ikan. Cara ini juga bisa digunakan untuk menyingkirkan semut. Tidak hanya itu, bubuk kopi juga dapat menghilangkan bau vernis di furniture yang baru dibeli. Caranya, taburkan pada bagian kayu, diamkan beberapa saat, baru kemudian dibersihkan Kopi seputar mitos yang berkembang
23.13 | 0 komentar | Read More

Pilih Teh Apa Kopi Kesehatan

Pilih Teh Apa Kopi Kesehatan Secangkir minuman panas yang beruap selalu terdengar menyenangkan di pagi hari. Namun yang mana, kopi atau teh?

Baik kopi atau teh mengandung banyak antioksidan, oleh sebab itu, tidak masalah meminum keduanya dalam porsi kecil. Namun fakta dibawah ini juga mungkin akan menggoyahkan keputusan Anda: di dalam teh terkandung sesuatu yang dapat melawan infeksi buruk.

Kandungan yang dimaksud adalah L-theanine, sebuah asam amino yang mendorong respons kekebalan tubuh terhadap bakteri, termasuk satu yang menyebabkan keracunan makanan. Kopi, yang tidak mengandung L-theanine, menunjukkan tidak ada aktivitas antibakteri dalam penelitiannya.

Baik teh hitam, hijau, atau oolong, semuanya membuktikan memiliki dosis yang tepat dalam menggagalkan pengelompokkan bakteri. Dan wangi seduhan teh dapat memberikan Anda keuntungan kesehatan lainnya, juga, membantu jantung Anda terhindar dari resiko kanker (khususnya pada wanita). Dan walaupun teh memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dari kopi, teh tetap membuktikan mengenai kesegarannya sama seperti soda. Oleh sebab itu, ambillah secangkir teh Pilih Teh Apa Kopi Kesehatan
23.11 | 0 komentar | Read More

Cegah Kanker Dengan Ngopi

Cegah Kanker Dengan Ngopi PENYAKIT mematikan kanker ternyata bisa dapat kita cegah dengan cara yang cukup mudah, apalagi bagi Anda penggemar kopi dan teh. Sebuah penelitian telah menyarakankan bahwa kafein disertai dengan olahraga efektif dalam menangkal kanker kulit.

Sebuah studi awal menemukan bahwa kombinasi tersebut mengurangi jumlah tumor kulit pada tikus penderita kanker sebesar 62 persen. Tumor juga menyusut sebesar 85 persen pada hewan tersebut.

Pemimpin studi Dr Yao-Ping Lu dari Sekolah Farmasi Rutgers Ernest Mario di New Jersey, Amerika Serikat, mengatakan, "Kami menemukan bahwa kombinasi kafein dan olahraga dapat mengurangi efek sinar matahari yang menyebabkan pembentukan kanker kulit pada tikus."

"Saya percaya kita dapat mengembangkan kemungkinan temuan ini untuk manusia guna antisipasi. Kami pun akan mendapat manfaat dari perawatan kombinasi ini."

Percobaan dilakukan dengan memberikan 1 dosis kafein pada tikus yang sedang bermain di roda berjalan.

Sebenarnya, baik kafein atau olahraga saja memiliki dampak positif, tapi manfaatnya akan jauh lebih besar ketika keduanya digabungkan. Tikus yang diobati dengan kafein saja memiliki pengecilan tumor 27 persen dan kanker 61 persen. Pada tikus yang hanya me njalani olahraga di roda berjalan, , aktivitas tumor menurun sebesar 35 persen dan volume tumor sebesar 70 persen.

Kafein dan olahraga juga menyebabkan penurunan berat badan sebesar 63 persen pada tikus yang diberi diet lemak tinggi. Dr Lu percaya kunci penurunan ini adalah peradangan yang turun sebanyak 92 persen dapada pada tikus yang diberi pengobatan kombinasi.

Penemuan ini dipresentasikan pada pertemuan American Association for Cancer Research di Chicago Cegah Kanker Dengan Ngopi
23.10 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger